SPMB 26/27
WA CHANNEL
Tak Sekedar Mengajar, 46 Guru At Taqwa Dilatih Menjadi Komunikator Andal.

Brondong, Lamongan – Sebanyak 46 guru DCPGTK dan SD Plus At Taqwa Brondong mengikuti Pelatihan Public Speaking dan Komunikasi Efektif yang diselenggarakan Yayasan At Taqwa Brondong sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang pendidikan. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Tim Kuanta Surabaya, yaitu Coach Arif Santosa dan Coach Yuni Istikhah, yang memberikan pembekalan sekaligus pendampingan praktik komunikasi profesional bagi para pendidik.

Pelatihan dirancang dengan pendekatan yang aplikatif. Setelah peserta mempelajari materi pra-pelatihan, sesi tatap muka lebih banyak difokuskan pada praktik komunikasi melalui simulasi, role play, diskusi kasus, latihan public speaking, hingga pemberian umpan balik secara langsung. Pendekatan tersebut memberikan pengalaman nyata kepada guru untuk menghadapi berbagai situasi komunikasi yang sering ditemui di lingkungan sekolah.

Berbagai materi penting dibahas dalam pelatihan ini, di antaranya membangun komunikasi yang efektif dengan peserta didik, memperkuat kemitraan bersama wali murid, menerapkan active listening, memberikan umpan balik yang konstruktif, menggunakan bahasa positif, hingga menangani percakapan sulit dan komplain secara profesional. Seluruh materi dirancang untuk memperkuat kemampuan guru dalam membangun hubungan yang hangat, menghargai setiap individu, serta mampu mengarahkan komunikasi menuju solusi yang terbaik.

Selama pelatihan, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Para guru aktif mengikuti setiap sesi praktik, mulai dari latihan berbicara di depan umum, simulasi komunikasi dengan siswa dan wali murid, hingga penyelesaian berbagai studi kasus yang sering terjadi dalam dunia pendidikan. Suasana pelatihan berlangsung hidup karena setiap peserta memperoleh kesempatan untuk tampil, menerima masukan dari narasumber, dan memperbaiki cara berkomunikasi secara langsung.

Coach Arif Santosa menegaskan bahwa komunikasi merupakan salah satu kompetensi utama seorang pendidik. Menurutnya, guru bukan hanya dituntut mampu menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga harus mampu membangun kepercayaan, memengaruhi secara positif, dan menciptakan hubungan yang harmonis dengan seluruh warga sekolah.

Sementara itu, Coach Yuni Istikhah menekankan pentingnya kemampuan mendengarkan secara aktif sebelum memberikan respons. Menurutnya, komunikasi yang berlandaskan empati akan membantu guru memahami kebutuhan siswa maupun wali murid sehingga setiap permasalahan dapat diselesaikan melalui dialog yang terbuka dan kolaboratif.

Direktur DCPGTK dan SD Plus At Taqwa Brondong menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi yayasan dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

“Guru yang profesional tidak hanya memiliki kompetensi pedagogik, tetapi juga mampu berkomunikasi secara efektif dengan siswa, orang tua, dan seluruh warga sekolah. Kami ingin membangun budaya komunikasi yang santun, solutif, dan penuh empati sehingga setiap layanan pendidikan yang diberikan mampu menghadirkan kenyamanan, kepercayaan, serta karakter positif bagi seluruh peserta didik.”

Melalui pelatihan ini, Yayasan At Taqwa Brondong berharap seluruh guru mampu menerapkan keterampilan komunikasi yang diperoleh dalam proses pembelajaran maupun pelayanan kepada masyarakat. Komunikasi yang baik diyakini menjadi fondasi terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, kolaboratif, dan berorientasi pada perkembangan peserta didik secara optimal.

Pelatihan ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Yayasan At Taqwa Brondong dalam mewujudkan pendidik yang terus belajar, berkembang, dan beradaptasi dengan tantangan pendidikan masa kini. Dengan guru yang memiliki kemampuan public speaking dan komunikasi efektif, sekolah optimis dapat menghadirkan layanan pendidikan yang unggul, humanis, serta mampu menjalin kemitraan yang semakin erat dengan orang tua dan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *